Rabu, 17 April 2013

Kelakuan Bocah Tua Nakal

Hari ini semua orang di kantor sibuk menggigil kedinginan dan ketika break makan siang saya menyempatkan diri untuk solat di mushala luar gedung, then I found the reason why - heavy rain drops all over the building (and I found out when I coming home it was all over town). Hari ini Jakarta turun hujan dengan curah yang tinggi dan berlangsung lama.

Ada salah satu supir kantor yang masuk setiap hari dan sukses selalu bikin saya cekikan hingga harus menutup mulut supaya tidak menganga lebar, namanya Frangkie. Perawakannya bulat dan kalau jalan, langkahnya diseret dengan tangan mengayun depan-belakang membayangi perutnya yang memunjung bulat. Diantara sekian banyak supir kantor yang sopan dan menjaga image, doi termasuk kategori slenge'an dan slonong boi. Saya sering banget beradu mulut dengannya padahal sebagai anak baru saya cukup menjaga attitude agar tidak ada alasan untuk mudah membuat kesal karyawan lain (masalah anak bawang banget). Cuma dia satu-satunya supir yang berani masuk ke ruangan marketing (yang digabung dengan tempat duduk para bos) tanpa permisi. Kalau sudah begitu, saya yang job desc-nya memang mengawasi orang-orang masuk (resepsionis), sekarang-sekarang ini mulai menegurnya, "itu ngapain lagi masuk-masuk aja?!" yang nanti akan dijawab oleh suara seraknya, "emang kenapa lo?" kemudian saya hanya akan membuang muka sambil terkikik. Emang iseng yang lumayan menyenangkan membuat emosinya meninggi di kala waktu senggang.

Pagi tadi lagi-lagi dia mengumpat kecil depan meja saya (setiap hari ada aja keluhannya mengenai hidup), saya pun tidak membuang waktu dengan segera meladeninya, "kenapa, pak?"
Frangkie (F): Si pak haji mana ya?
Saya (S): Pak Haji siapa sih?
F: ituloh yang duduk disamping bu Ida
S: pak Mato?
F: Bukan itu mah didepannya. Ituloh yang disamping orang Jepang.
S: pak Nonaka-san?
F: Bukan. Ya itu kan orang Jepangnya.
Karena saya orangnya mudah putus asa, kebetulan ada teman kerja yang lewat, langsung saja saya todong, "eh yang duduk disamping bu Ida siapa sih?" dan teman saya itu pun menyebutkan sederet nama bagian sales overseas yang digubris oleh Frangkie, "bukan! Yang duduk disamping orang Jepang yang namanya... Hanamasa ya, eh..."
Teman Kerja Saya: Oi, itu mah nama restoran!
F: Iya kalo Sumanto itu disebrangnya bu Ida kan...
S: (setengah geli membayangkan mantan narapidana kanibal ternyata satu ruangan)

Si Frangkie ini kalau lagi nggak ada karyawan yang harus dinas keluar alias lagi nggak ada kerjaan, cara mengisi waktunya adalah tidur. Saya yang mempunyai hobi yang sama tapi ga bisa karena tentu saja harus stand by dengan pekerjaan sering menatapnya iri kemudian berujar, "enak banget hidup lo, Frangkie," yang direspon dengan tatapan malasnya. Tempat yang dijadikan untuk tidur adalah sebuah store room yang akhirnya dijadikan ruangan (sempit) serbaguna oleh karyawan yang lain seperti untuk makan dan solat. Letaknya tidak jauh dari meja saya bekerja. Hanya dalam hitungan menit, dengkuran yang tidak ada halus-halusnya mulai bergema sepanjang ruangan. OB senior kadang mengeluh disamping saya mengenai kelakuannya yang dinilai tidak sopan dan mengganggu (terkadang OB saya itu setiap pagi berharap supaya Frangkie banyak kerjaan sehingga tidak datang mengganggu di kantor). Yang membuat saya geli, ada seorang teman, namanya Reza, ia sering melewati store room itu berkomentar terhadap ngoroknya Frangkie, "mirip suara anak T-rex. Tau nggak, yang di film Jurassic Park..." couldn't agree more. Semenjak itu jika ada Frangkie, saya dan teman saya itu meledekinya dengan sebutan Tyranosaurus.

Kecintaan seseorang terhadap tidur lamban laun membuatnya berkarakter pelor, nempel-molor, dimana saja, kapan saja, bisa. Saya mengerti sekali kondisi ini dikarenakan keahlian pada hal itu (blame it on narcolepsy, penyakit yang menyerang syaraf sehingga R.E.M seseorang berbeda dari orang normal lainnya yang bisa hanya dalam waktu kurang dari 5 menit). Dan itulah yang dilakukan Frangkie ketika store room sedang occupied baik karena ada supir lain sedang tidur atau karena kegiatan lain. Dia mengambil posisi di sofa yang notabene di depan meja saya yang notabene disamping pintu masuk kantor, kemudian dengan nyenyaknya, tidur. Pulas. Komplit dengan ngoroknya yang cetar membahenol. No pict=hoax, right?

Frangkie memelihara anak T-rex dalam perutnya

Frangkie tampak depan
Foto diambil berdasarkan gagasan saya yang terperangah seseorang bisa menjaga kestabilan handphone di antara dahi dan hidungnya dalam posisi tidur dan dengkuran nyaring, jadilah Reza fotografer dadakan pada pagi itu.

Rabu, 27 Februari 2013

Hari ke 27 di Bulan 2 hitungan 2013 tahun

Judulnya ko sok kreatif banget yah... hehe. Well, it's my mom's birthday actually and I have given her a greetings *cupmuah*. She's 56 years old now but still look pretty as I am (is she the one forever young or am I the one old preserve?)
Being old doesn't mean being bored, some say your life is begun at the age of 40. So what is happen if I don't exist to that age?! hahah scary. Yesterday I went out of town with my boyfriend's father - since he work in remote island at Papua - so I got to talking a lot with him and he's so much comfortable and easy to chat with. Maybe because he has lot of business so his brain as sharp as young guy. But honestly at first he's talking a lot and I was like too fast to follow his meaning, haha slow loading.
Anyway being old is for sure but, being forever young is something you can choose, and of course maturity is all about personality, not age. From old song The Ataris said, being grown up isn't half as fun as growing up! (agree!)

Lately I have this strangest feeling... (sekalian nyanyi Lately -nya Stevie Wonder) saya punya kebiasaan setiap malam youtube film Boys Before Flowers, yupe F4 nya Korea. Setelah 25 episodes yang penuh drama, akhirnya berakhir juga malam-malam buffering di tempat tidur. Anehnya saya merasa sedih berpisah dengan Goo Jun Pyo. Nggak suka sama Lee Min Ho, sosok kaya, ganteng (banget), dan ga romantis-nya bikin..........................

Adegan ini ketika ceweknya lagi jualan biskuit beras dipinggir jalan dan Jun Pyo sibuk dicemooh oleh ibunya di dalam mobil. Ia memutuskan untuk keluar dari mobil dan ditengah kemacetan jalan ia mencium ceweknya yang sedang memegang barang dagangan

Annyeong. Saranghaeyo.

Sabtu, 19 Januari 2013

Kehidupan dibelakang Komputer

When you don't care anymore about time sleeping
When living a life about night become a day and a day become your night
When you feel grateful about yourself meanwhile it's not great at all
All you left to do was smoking, smoking, smoking
Dragging daydreaming fascinating

When you can't remember anymore since when you're not up until 4 in the morning
When you waste your time in the afternoon with, sleeping
You're feeling productive with just reading news through website
And it's been ages since you're talking to your dad


Then suddenly you look into mirror
accidentally - since you're no longer interest with anything in your life
and thinking, "sejak kapan muka gue jadi aneh gini?
Putih pucat
Lingkaran hitam di sekitar mata
Bibir yang menghitam kebanyakan diasapi
Jerawat dimana-mana
What the hell is going on with me?"

You can pout whilst looking through people at social media
Just to find out you're way back behind them

Selasa, 01 Januari 2013

Jalan - jalan ke Pantai #Bali

Dalam kesempatan berlibur ke Bali, pantai pertama yang saya kunjungi adalah pantai yang terletak melalui Discovery Shopping Mall, merupakan mall dengan arsitektur terbuka dan nyambung dengan pantai. Alternatif yang menarik sebagai one stop shopping dan rekreasi. Letaknya di Kartika Plaza, jalan yang sudah terkenal dengan sederetan restoran dan pusat perbelanjaan, dekat dengan Kuta Center.

Pemandangan dari backyard Mall Discovery. 

Pantai yang saya tidak ketahui namanya ini, memiliki air yang jernih dan bersih. Wisatawan berkumpul untuk berenang, foto-foto, dan mengabadikan sunset. Arus ombak yang tidak terlalu besar menjadikan pantai ini pilihan yang menyenangkan untuk bermain bersama teman atau keluarga.
Sunset yang berhasil diabadikan


Pada sore hari komunitas shuffle danc remaja Bali beraksi di tangga :D

Dari Discovery Mall let's move on to Dreamland. Dari yang saya kunjungi kemarin, Desember 2012, kawasan Dreamland sedang dibuat proyek untuk menjadikannya kawasan yang elit dan mewah, dilihati dari gerbang masuknya yang luas dan bersih dan pembangunan hotel-hotel besar disepanjang jalanan. Seorang teman merekomendasikan menikmati Dreamland di Klapa resort, disana kita bermain di pantai sambil duduk-duduk di cafe-nya. Untuk masuk ke Klapa Resort, per-orang diharuskan membeli voucher sebesar Rp 100.000 lebih dahulu yang dapat ditukarkan dengan makanan/minuman di dalam. Mata pun ikut dimanjakan dengan interior yang luxurious.

Exterior memasuki Klapa Restaurant

Pool di depan restaurant
Exterior cafe Klapa

Interior
Disarankan untuk berenang di laut Dreamland ini dibawah pukul 10.30 pagi karena ombak sudah sangat besar dan membuat berenang tidak nyaman. Kecuali jika Anda memiliki kemampuan berenang yang tinggi sehingga ketika ombak datang dapat berenang dibawahnya menembus terjangan. Pantai ini memang dijadikan turis sebagai ajang surfing, sehingga tidak heran ketika wisatawan lokal/asing yang ingin bermain cantik tengah melipir ke bibir pantai menghindari terjangan ombak, terlihat beberapa bule sedang asik di tengah laut entah untuk berenang atau berselancar.
Pemandangan Dreamland dilihat dari Klapa Restaurant
Dari Dreamland kita pindah ke Pantai Kuta yang sudah tersohor keindahannya di penjuru dunia - lebay. Dan ternyata ketika saya kesana memang sangat indah pada siang menjelang sore. Walaupun teriknya kota Bali ampun-ampunan namun itu tidak menghalangi saya untuk bermain-main. Bagi kamu yang ingin menikmati keindahan pemandangannya saja sambil dengerin musik atau sekedar baca novel bisa menyewa payung yang disediakan. Satu payung berisi dua kursi untuk berjemur dengan kisaran harga Rp 25.000/jam.

Begitu duduk sudah ada penduduk lokal yang menawarkan jasa kepang/rasta rambut. Ia membuka harga Rp 100.000/kepala. Tawar menawar terjadi sehingga disepakati harga Rp 60.000. Nggak lama kemudian payung mulai didatangi penjual-penjual yang menawarkan dagangannya, entah tato, handuk, atau memijat kaki.

Kuku yang sedang diaplikasikan nail art. Awalnya ditawarkan harga Rp 50.000 hingga akhirnya sepakat dengan Rp 30.000

Voila! tunggu hingga kering selama 5 menit

Foot massage. Rp 25.000 dengan durasi yang tidak tetap
News from Kuta. Pada tahun baru 2013 sepanjang pantai Kuta dipenuhi oleh wisatawan. Mulai pada malam hari jalan ini ditutup untuk kendaraan bermotor sehingga untuk mencapai kesana dengan berjalan kaki. Lautan manusia pun mulai terlihat dengan suhu udara yang pengap sehingga tidak heran kebanyakan yang merayakan tahun baru disini berpesta dengan kaos dan celana seadanya. Hiburan yang disediakan rata-rata panggung dengan DJ dan musik yang bertempo cepat. Lagu yang rajin diputar dan mendapat sambutan meriah pada saat itu adalah Gangnam Style yang dipopulerkan oleh PSY, tentu saja.

Keesokan harinya, saya berencana untuk berjemur sambil bermain air di pantai Kuta, namun ketika datang saya membatalkan rencana tersebut karena terus terang saja melihat "hasil" perayaan tahun baru saya jadi tidak selera. Sampah plastik di sepanjang pesisir pantai, tidak terkecuali pada lautnya juga.

Wake up call!

Langit pun muram melihat kejadian ini
Tidak ada salahnya berkumpul dan berpesta pora dalam occasion tertentu, tapi saya rasa dengan membuang kotorannya sendiri tidak akan mengurangi kesenangan dalam berkumpul. Hari ini tidak jadi berenang plus saya malu pada wisatawan asing yang melihat kejadian ini di pantai Kuta, sebagai warga Indonesia saya tidak ingin dicap mental menyedihkan dengan tidak menghargai aset pariwisata negara. Sudah tidak jadi berenang, masih harus juga menghadapi kemacetan yang ampun-ampunan. 

Well, happy new year everyone :D

Bird Park #Bali

Jalan-jalan ke daerah Gianyar ga ada salahnya mampir ke Bali Bird Park, taman konservasi burung terbesar di Bali. Dengan biaya sebesar Rp 82.500 untuk dewasa, sudah dilengkapi dengan fasilitas menonton animax 4D dan pertunjukan basic instinct. Konservasi ini ditata dengan apik dan kerawatannya dijaga menjadikan jalan-jalan terasa nyaman disuguhi oleh pemandangan nan asri. Satu yang saya sayangkan ketika menonton 4D theater bahasa yang digunakan berbahasa inggris. Memang pengunjung luar yang datang terlihat 60-50 dengan pengunjung lokal namun tidak ada salahnya melestarikan bahasa sendiri kan kemudian untuk sub-title nya baru bahasa inggris sebagai bahasa universal yang dimengerti.
            Teriknya matahari di Bali sempat terobati ketika memasuki studio 4D yang dingin. Setting seperti studio-studio umumnya ketika nonton di bioskop di mall dan ketika masuk pun diberikan kacamata 3D. Tontonan mengenai perjalanan seekor anak burung yang berimigrasi dari Alaska diberikan grafis yang menarik dan menghibur. Pada adegan kebakaran studio tiba-tiba dimunculkan asap putih yang membumbung dan adegan action studio diberikan kilatan seperti halilintar.

Foto yang diambil pada tengah durasi
Datang pada pukul 10.30 pagi WITA merupakan waktu yang pas ke tempat ini karena pertunjukan 4D baru dimulai pada pukul 11 - yang berlangsung selama 20 menit - kemudian pada pukul 11.30 atraksi burung-burung konservasi dilangsungkan pada area yang berbeda namun masih satu kawasan.

Lokasi pertunjukan Bird Instinct

Pelatih memberikan aba-aba
atraksi burung kaka tua yang diberi nama Al, El, Dul, dan Dhani
oOverall, bird park merupakan salah satu kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi bila ke Bali, secara di kampung saya - Jakarta - belum ada konservasi dengan fasilitas yang memadai seperti ini.

Sabtu, 29 Desember 2012

Nalaj-nalaj #Bali

Halo, keng ken kabare?* Kebetulan ada kesempatan jalan-jalan ke pulau dewata saya memutuskan untuk me-review tempat yang dikunjungi. Hari kedua di Bali secara kecelakaan saya mampir ke GWK, singkatan dari Garuda Wisnu Kencana yang terletak di desa Jimbaran. Kabarnya, GWK ini dikuratori oleh mahasiswa dari ITB, CMIIW. Memasuki kawasan GWK terlihat lingkungan yang asri dengan pohon-pohon yang menjulang. Untuk biaya masuknya, motor tidak dikenakan biaya, tidak seperti mobil. Saya sendiri berkendara motor dengan seorang teman. Saat high season di Bali, motor merupakan alternatif yang menyenangkan untuk menghindari kemacetan. Namun kekurangannya adalah jalanan di bandara dan sekitarnya yang under reconstruction menyebabkan debu dan polusi yang menusuk indra penglihatan dan area pernafasan. Gosipnya, cuaca di Bali memang sedang diatur untuk jarang hujan dengan suhu yang tinggi agar memudahkan proses rekonstruksi jalanan tersebut dengan bantuan alat. Well, believe it or not.

Akses dengan kendaraan umum pun terjangkau dengan disediakannya bis besar ala bis pariwisata dengan biaya mulai dari Rp 3.500, namun trayeknya belum saya pelajari benar, sudah kebelet ingin berwisata ke dalam GWK, hihihi. Jadi bis yang dimaksud adalah Trans Sarbagita, yup, mirip dengan bis Trans Jakarta namun dengan halte yang tidak selengkap di Jakarta. Tarif untuk masuk bermacam-macam dengan klasifikasi full dinner atau satuan. Habis itu dibagi lagi tiket untuk dewasa, anak-anak, dan pelajar. Dewasa Rp. 30.000 dan anak-anak Rp 25.000. Harga segitu sudah termasuk menonton pertunjukkan seni di tempat outdoor yang dinamai Amphiteater.

Salah satu pertunjukan di Amphiteater




APertunjukan di Ampitheater berlangsung setiap jam selama 40 menit, menyuguhkan 4 macam tarian khas Bali yang menyihir. Selesai acara akan dipersilakan bagi penonton untuk berfoto bersama penari-penarinya.

GWK sendiri terdiri dari patung yang menurut saya maha besar yang dibangun. Ketika masuk akan dirujuk pada gerbang besi yang tinggi dan dinding batu kapur yang menjulang.

Pemandangan memasuki GWK

Ukiran pada dinding batu yang berhasil diabadikan

Kawasan menuju Plaza Garuda

Pemandangan dari kutub lawan Plaza Garuda

Salah satu patung yang menarik perhatian
Anda akan dituntun menuju patung-patung yang superbesar dengan undakan-undakan. Jadi siap-siap mengencangkan paha ya :D konon untuk mencapai puncak akan melalui 104 buah anak tangga. ini dia beberapa foto patung jawaranya.

Plaza Garuda

Plaza Wisnu

Dalam keterangannya - yang terdapat dekat patung - dijelaskan plaza garuda merupakan lambang kesetiaan dari kendaran Dewa Wisnu yang biasa dipercaya olehnya. Dan patung Dewa Wisnu sendiri merupakan simbol kesuburan, terlihat dari air mancur yang ada dibawah badannya. Kabarnya, patung-patung tersebut belum jadi sepenuhnya dengan tujuan menjadi patung terbesar se-Asia Tenggara.

Semoga terwujud sehingga Bali bisa menarik lebih banyak pengunjung dan Indonesia bisa lebih makmur, amin! :)

A

Senin, 26 November 2012

Marriage

source: google image


                Topik yang (selalu) hangat untuk diperbincangkan apalagi di kalangan wanita yang pikirannya sejak kecil sudah terkontaminasi dengan indahnya dongeng Cinderella yang berakhir indah seiring pangeran impian datang menjemput dengan kuda putih and then they're live happily ever after. Aww.. but you know what, none of the story continues after the part of marriage has been told. We never knew maybe after married, Cinderella having seven noisy children and get fat and the prince left him for another young slim beautiful princess. Maybe.

                Di lingkungan sosialku sendiri sudah banyak teman-teman yang berencana ataupun sudah melanjutkan hidupnya ke tingkatan yang lebih serius yaitu menikah. IMHO, pernikahan seharusnya dilakukan bukan karena mengikuti trend sosial, patokan prestasi dalam hidup, melepaskan diri dari kepenatan hidup bersama orang tua, atau sekedar ingin mencoba hal yang baru. Those are a big no for a long lasting marriage dan bisa-bisa bukan 'Till death do us apart tapi malah 'Till death do us party!

               Selain siap lahir dan batin (syarat primer merencanakan pernikahan, selain sudah mempunyai pasangan terlebih dahulu, tentunya!) tidak ada salahnya mencanangkan beberapa insecure question kepada pasangan tujuannya adalah memantapkan ibadah sakral tersebut, diantara lain:

  • Do you still want to marry me if I can’t have children?
  • Will you love my parents and family as much as I do? Or better, more than I did?
  • If I’m having financial issue, will you stay with me? Will you find a way out or leaving me instead?
  • Will you promise not to leave me and taking care of me if I had a critical disease and become powerless? Such as cancer, alzheimer, parkinson, and the like.
Jangan lupa juga untuk minta petunjuk kepada Tuhan YME and always trust your hearts 'cause feeling won't lie!
Happy long living married ever after!

source: google image


Tulisan terinspirasi oleh sepenggal kalimat dari novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami:
After three months went by, he asked me again to marry him. And this is what I said to him: "If you want to sleep with me, I don't mind. I've never slept with anybody, and I'm very fond of you, so if you want to make love to me, I don't mind at all. But marrying me is a whole different matter. If you marry me, you take on all my troubles, and they're a lot worse than you can imagine. 
He said he didn't care, that he didn't just want to sleep with me, he wanted to marry me, to share everything I had inside me."