Kamis, 11 Maret 2010

a slight story

ha ha ha. hari ini waktu berjalan cepat seperti biasanya. kemarin gue bolos kerja, padahal sama sekali ngga ada niatan. udah mandi kok, dandan cantik dan niatnya teteup mau ke gedung perkantoran ratu plaza. tiba-tiba ping, soung notifier bbm, dari si tacring, ngajakin cabut.. iyaloo. tanpa ba-bi-bu langsung aja sms minta izin ke supervisor. gue sama tacringtata sepakat untuk nonton my name is khan di citos. setelah dua jam yang melankolis dan sarat dengan india dan minim pendidikan, kita langsung cabut, menuju parkiran. eh ktmu ssy.
"Ko lo nggak kuliah smit?"
"Elo aja yang kerja dibayar, bolos, gimana gue yang bayar kuliah."
huu sombong, but nice answer. gue hanya bisa tersenyum picik.
c ssy itu roomate apartemennya ghina. hari ini gue masuk udah mawas aja ngeliat ghina. dari kejauhan gue baru duduk di bangku kerja, c ghina ngeliat gue senyum jumawa, "hey jung? sakit apa?"
mengetahui kemana pembicaraan akan berlanjut, langsung aja gue tanya tanpa tedeng aling-aling, "smalem lo tidur di apartemen, ktmu ssy?"
kejumawaan ghina pun sedikit memudar. hmm, dasar wanita picik. tapi ngga memberhentikan pancingannya, "iya Jung, emg ada dokter apa disana?"
dokter tuesday sale ghin. hari bazaar nya citos. itu adalah dokter bagi semua penyakit kaum wanita.

Sabtu, 06 Maret 2010

Pertanyaan mengenai mengapa tumbuh dewasa

Karena lapar dia mengeong
Dasar kucingku garong
Abis makan dia langsung merong-rong
Pada betina tetangga yang sombong
Tetap saja dikuntit padahal siang bolong
Nanti kalau lapar lagi juga memberiku tatapan yang mendorong
Seolah berkata, mana whiskasnya ayo dong
Dan terus begitu hingga oh so long

Entah kenapa itu mengingatkan dimana aku berada
Selalu meminta lebih ngga pernah kurang pada papa
Setelah itu langsung gelisah mau kemana
Yang penting bisa tersenyum jumawa
Ngga pernah berfikir untuk dirumah selalu mau diluar sana
Baru deh inget pulang setelah duit dan energi terbuang percuma
Ke tempat dimana mama menyambut dengan senyum cinta
Yang hanya aku tanggapi ala kadarnya
Kalau habis lagi mulai deh tangan ini meminta-minta
Tanpa bilang terima kasih kemudian pergi begitu saja
Dan terus begitu oh dasar seenaknya

Ton of fish in the water but I just choose the water

Bangsat, cowok ini gantengnya sangat.
From the way he move his body language, he really knows how to look sexy.
From the way he curled his lips, only god knows why he could look that hot.
He made a contact physic with me, oh yeah we've been play a little flirt.
We shared the same cup of tea and with a grim on his face, he said we do an undirectly kissing.
When I finished smoking my cigar and want some more, he gave me his only cigar. Then I said he is a dry smoker, then he offer me to wet my lips with his.
He's a sexual bastard yea I know even I don't really know what it means.
But every word that came out from his mouth Я just some garbages.
He's a real bluff although I have to admit he's a good listener but he's a real loser with big story.
I don't care if all those blabber were fake or real. All I want to ask is act like he mean it.
This is the type of the guy whom know he got the face and acting quite gentleman and that the way some womens always can't resist him.
I'm not some womens.
The truth is, when it seems everything around me became false, I wanting you even more, L. I know u stay true.

Selasa, 02 Maret 2010

Dancing with Davano

And he was sleeping in my arms. I'm standing there while fonding, moving rhythmly so he could feel comfortable. So he could sleeping. And there he is, sleeping comfortably in my arms.
From the look at his peace, I can't tell weather he's still alive or not. All I know, this cute little thing, he is amazing.

Sabtu, 27 Februari 2010

You didn't say it with verbal nor non_verbal gesture. But still, where do I go?

Ak pernah yg namanya semangat, yg jlas bukan sekarang.
Padahal rasanya mau liburan rasanya kok kaya mau ke sekolahan.
Capek tau mikirin kamu terus, emangnya enak.
Hilang yah kontak bbmu? Hilang juga tali yang menyatukan kita.
Padahal di dalamnya aku simpan tuh perbincangan2 kita, dari yang panas, hangat, sampai akhirnya garing. Tapi lolos juga deh.
Terus kamu add aku lagi, dengan pin yang berbeda. Aku tanya, ko pinnya baru? Kamu jawab, iya ga boleh? Aku cengengesan. Itu semua terjadi pada pukul 13 menit ke 53. Satu menit yang menjungkir balikkan jantungku, tapi dengan cepat reda ko. Abis, kamu ga bales2 lagi.

Jumat, 26 Februari 2010

Instead of idolizing past and scare of the future, I learn from my past and ready for my future

Dalam bis yang gue naikin, gue selalu sebel sama pengamen yang dateng. Menurut gue kualitas suaranya sember, alias kaga ada yang mutu. Abisnya gue sebel karena itu akan mengganggu kesenangan gue yang sedang mendengarkan mp3. Gue memang selalu memasang mp3 di telinga ketika naik bis.
Pagi ini seperti hari-hari biasanya gue berangkat kantor, perbedaannya adalah pada saat gue berada dalam p76 arah senen. Yang pertama adalah mp3 gue rusak, yang kedua, gue bertemu dengan pengamen yang merubah cara pandang gue. Ada satu tim pengamen, terdiri dari 2 orang, cewek dan cowok. Lead vokalnya itu yang cewek. Yang cowok sebagai gitaris. Pada awal gitaris berambut gondrong sebawah telinga dan berjaket tebal merah meminta izin untuk bernyanyi pada penumpang dengan suara seraknya, gue udah bertekad untuk menghiraukannya dan fokus dengan "eat, pray, and love" yang sedang berada di pangkuan.
Cuma gue orangnya gampang banget teralihkan. Sang lead vokal mengambil tempat disamping gue, dan gue bergeser sedikit karena pantatnya terlalu dekat dengan wajah gue. Kemudian gue kembali mencoba untuk tekun membaca.
Nggak bisa. Suaranya yang keras memaksa gue untuk menutup novel dan mengalah.
Sesuatu yang ngga pernah gue duga sebelumnya adalah, gue akan menikmat alunan lagu yg mereka bawakan. Si lead vocal menyanyikan lagu BCL dengan baik. Lagu terbarunya BCL yang ada lirik "jika kau ingat aku juga ingat, dan rindu juga rasa" something like that. *by the way I hear that a lot because of my father put that to his RBT, don't know why dad, sigh
Oke balik lagi. Yap, gue mendengarkan lagu yang pengamen tersebut nyanyikan. Di luar dari suaranya yang ga pas-pasan, dia juga bisa membawakan nadanya dengan pas. *Or trie utami would say it maybe has to do with pitch control.
Lagu kedua adalah lagu kotak yang pelan-pelan saja. And the character of her sound kinda same with Kotak's style. Jadi it's worthed to listen their song once again.
Sampainya di pasar Jumat, sampai juga lagu kedua pada akhirnya dan mereka ternyata masih berencana bernyanyi lagi. Lagu ketiga bukan lagu pasaran, tentang rohani islam. But don't think of it as melancholy and sad song, malahan lumayan nge beat dan liriknya gue perhatiin juga ga yang melayu melas gitu, melainkan bagus, karena mendorong kita untuk bersyukur. Intinya begitu, untuk keseluruhannya gue dah lupa.
Ternyata lagu tersebut merupakan lagu penutup dan ketika sang wanita vokalis berjalan dengan kantong permennya, mengangsurkan pada penumpang, gue finally could seen herself clearly. Tampangnya bersih dan dia juga berdandan. Rapi dan ga berlebihan. Enak diliatlah.
Selepas mereka pergi, pikiran gue kosong sambil menyenandungkan lagu yang baru gue dengar yang dibawakan oleh dua pengamen tadi. Beberapa lama dengan pikiran yang kosong, kemudian gue tersadar kalo saat-saat tadi adalah saat gue ngerasa paling lama bisa ngga mikirin dia. And I think to myself, it's just nice.
Let's move on to another side of my life lately, semenjak kedatangannya dalam hidup gue which means like a month ago, selama sebulan itu pula bayangannya ga bisa lepas dari gue. Dan gue sangsi ketika gue tidur pun itu merupakan a-free-his-zone-on-my-mind karena ga jarang gue memimpikan dia.
Dibalik masalah selalu ada hikmahnya. Hikmah dari mp3  gue rusak adalah pikiran gue bisa lepas selama setengah jam dari bayangan dia, rasanya tenang dan sunyi. *iya, gue mikirnya sunyi. Dan hidup ga cuma tentang didengarkan, melainkan ada juga yang namanya mendengarkan.

Rabu, 24 Februari 2010

nguping jakarta cuma dari telinga kanan ala produser sore gue

Saat itu c Ghincring yang lagi heboh mencari file di depan komputer, tiba-tiba tidak fokus. Gerangan yang membuat dia tidak fokus adalah dia tidak lagi menjadi disorientasi hari seperti yang tadi pagi dia gembor-gemborkan.
"Ehh besok udah hari Kamis ya? Alhamdulillah tinggal besok kerjanya. Eh jung, long weekend nih!"
"Iya makanya doain kita bisa partaaaay yah saturday nanti!"
terus kita ber high five.
Terus c Ghincring ngomong, "Jung, kalo hr Sabtu jadi, it would be the first time for me to come to place like that."
Dengan jumawanya gue nanggepin, "yes yes, please please lose your virginity on that place."
Tanpa ada maksud serius, hanya saja kita berdua memang bercandanya seperti itu. tapi orang yang bener-bener ga pengen gue ajak ikutan untuk bercanda sampah macam begituan, nengok, yaitu produser gue yang, gue pikir, lagi sibuk kerja. "Haaaah apa Jung, wow, Ujung..."
Gue cuma sok nutup2in muka aja pake sebelah tangan sementara si Ghincring masih sibuk ngoceh apa gue ngga denger. sementara itu produser sore gue yang bernama mas Sancring masih terlihat intereeeeest banget dengan omongan gue barusan. gue jadi berasa waktu itu berasa lamaaaa banget. kapan udahnya yak, bahkan mas Sancring jadi ngebahas sama produser pagi gue, ngasih tau apa yang gue katakan.
"Apa, apa.. awalnya party apa gitu. terus abis itu dia ngomong lose virginity."
pasti untuk seterusnya dia nyesel konsen kerja instead of dengerin kita talk garbage.