Di belakang kita terdengar sayup-sayup lagu murahan
Namun itu tidak menghentikan kita untuk saling berbincang
Setiap orang yang melihat akan tahu kita sedang naksir-naksiran
Namun yang mereka tidak tahu adalah
Ketika bersamamu, aku merasa perempuan paling beruntung sedunia
Mengingat saat kita duduk di pinggir kolam ikan
Kamu begitu diam
Dan begitu tidak bisa diam
Aku mengaduh melihat kamu tampak begitu tampan
Lama kita bertukar cerita
Kita berbincang dengan bahasa humor yang slapstick
Non-verbal yang menyentuh
Kita benar-benar tidak bisa mengobrol tanpa saling menatap mata satu sama lain, kan?
Kemudian di malam yang ungu secara kecelakaan melewatkan kesempatan untuk bertemu denganmu, lagi
Aku ber-Vanilla Twilight
Kepulan asap rokok yang aku hembuskan dari mulut
Samar-samar membentuk siluet wajahmu dari samping................
.................................................................
.................................................................
Jumat, 07 Januari 2011
Rabu, 01 Desember 2010
Hey
Untuk kamu yang sedang bersembunyi dibalik pintu
Coba kesini jika ada waktu
Kapan mau duduk disampingku
kemudian menertawakan bersama kebodohan kita
Karena sekarang cuma ada kamu, aku, dan kamar itu berwarna magenta
Tempat dimana kemudaan berlangsung abadi
Dan kepura-puraan tidak pernah eksis
Kapan anting-anting itu dipasang lagi
Dan wajahmu berubah cerah ketika aku mencobanya
Coba kesini jika ada waktu
Kapan mau duduk disampingku
kemudian menertawakan bersama kebodohan kita
Karena sekarang cuma ada kamu, aku, dan kamar itu berwarna magenta
Tempat dimana kemudaan berlangsung abadi
Dan kepura-puraan tidak pernah eksis
Kapan anting-anting itu dipasang lagi
Dan wajahmu berubah cerah ketika aku mencobanya
Kamis, 07 Oktober 2010
Backsound: Law Abiding CItizen
Nama "Cosmic Coincidence" sih emang judul blog saya pada jejaring sebelah, hanya saja kejadian yang baru saya alami ini entah bisa dibilang "kebetulan yang diatur oleh alam semesta" atau tidak. Ketika sedang berbincang dengan seorang teman di salah satu messanger, saya iseng memberikan quote yang menurut saya lumayan menyentuh. Yang dikasih cekikikan panjang sambil komentar seperti mengenali quote yang dimaksud. Perasaan saya agak kurang enak nih, langsung saja saya tembak, "kenal dari note lo?"
dan yep, jawabannya adalah... yep. Padahal berani sumpah saya nggak mau kelihatan bangga bahwa saya adalah stalker, dan yang lebih menyebalkannya lagi, itu benar-benar kebetulan kita berdua menyukai quote yang sama! Saya nggak pernah buka-buka notesnya.
Btw quote yang membuat heboh itu isinya sebagai berikut:
"In the end
these things matter most:
How well did you love?
How fully did you live?
How deeply did you let go?"
Siddhārtha Gautama
dan yep, jawabannya adalah... yep. Padahal berani sumpah saya nggak mau kelihatan bangga bahwa saya adalah stalker, dan yang lebih menyebalkannya lagi, itu benar-benar kebetulan kita berdua menyukai quote yang sama! Saya nggak pernah buka-buka notesnya.
Btw quote yang membuat heboh itu isinya sebagai berikut:
"In the end
these things matter most:
How well did you love?
How fully did you live?
How deeply did you let go?"
Siddhārtha Gautama
Jumat, 17 September 2010
A Slight of Mulla Nasruddin
- "May the Will of Allah be done," a pious man was saying about something or the other. "It always is, in any case," said Mullah Nasruddin. "How can you prove that, Mullah?" asked the man. "Quite simply. If it wasn't always being done, then surely at some time or another my will would be done, wouldn't it?"
pertamanya iseng aja nge-klik link yang memuat humor paragraf yang diatas sekedar ingin menarik urat sekitar mulut yang rasanya mulai kaku. Lama-lama baca ternyata ada cerita yang mengingatkan pada posisi saya berada sekarang. Haha. Jadi atau tidak acara saya nanti sore, saya pasrahkan saja deh pada Yang Di Atas. Dan pastinya itu untuk yang terbaik *wink.
Terima kasih untuk Koropakotak yang telah memperkenalkan saya pada Sang Mulia Nasruddin untuk pertama kalinya di usia saya yang ke-22 :)
pertamanya iseng aja nge-klik link yang memuat humor paragraf yang diatas sekedar ingin menarik urat sekitar mulut yang rasanya mulai kaku. Lama-lama baca ternyata ada cerita yang mengingatkan pada posisi saya berada sekarang. Haha. Jadi atau tidak acara saya nanti sore, saya pasrahkan saja deh pada Yang Di Atas. Dan pastinya itu untuk yang terbaik *wink.
Terima kasih untuk Koropakotak yang telah memperkenalkan saya pada Sang Mulia Nasruddin untuk pertama kalinya di usia saya yang ke-22 :)
Rabu, 18 Agustus 2010
Selamat datang sekali lagi, musim dingin.
Selamat datang nada-nada mendung.
Semburat balok-balok membentuk tangga kelabu, tidak menuju kemana-mana.
Suramnya berpendar-pendar mengasapi udara.
Udaranya menusuk ingatan.
Sudah ribuan kali didengar dan terasa bahagia.
Ketika udaranya dibaca satu per satu, diam-diam menguraikan arti.
Seperti membentuk buku yang ketebalannya tidak kurang dari karangan Elizabeth Gilbert.
Bacaan yang pada halaman terakhirnya aku kenal jelas, namun awalnya tidak bisa aku baca.
Jadi aku tidak berhenti.
Ini semakin buruk.
Musim dingin dapatkah kamu melihatku?
Aku akan melakukan apapun yang dibutuhkan,
untuk mengucapkan selamat tinggal kepadamu.
Walaupun pesonamu tidak pernah bisa aku tolak.
*terinspirasi dari The Tip of the Iceberg - Owl City
Selamat datang nada-nada mendung.
Semburat balok-balok membentuk tangga kelabu, tidak menuju kemana-mana.
Suramnya berpendar-pendar mengasapi udara.
Udaranya menusuk ingatan.
Sudah ribuan kali didengar dan terasa bahagia.
Ketika udaranya dibaca satu per satu, diam-diam menguraikan arti.
Seperti membentuk buku yang ketebalannya tidak kurang dari karangan Elizabeth Gilbert.
Bacaan yang pada halaman terakhirnya aku kenal jelas, namun awalnya tidak bisa aku baca.
Jadi aku tidak berhenti.
Ini semakin buruk.
Musim dingin dapatkah kamu melihatku?
Aku akan melakukan apapun yang dibutuhkan,
untuk mengucapkan selamat tinggal kepadamu.
Walaupun pesonamu tidak pernah bisa aku tolak.
*terinspirasi dari The Tip of the Iceberg - Owl City
Kamis, 17 Juni 2010
just had the most delicious breakfast
Nyanyian dalam perut pun telah usai.
Menyeruput kafein untuk setruman pada otak yang tadi dipaksakan bangun.
Pemandangan pajangan yang seadanya.
Sayup-sayup lagu belakang beraliran jazz terdengar.
Well, should you keep it? It doesn't matter anyway.
Terlalu manis, namun terlalu pahit pada saat yang bersamaan.
Apa seharusnya tadi tidak usah diberi gula?
Team leader yang tidak pernah datang tepat waktu.
Tanda kehadiran telah muncul, harus bergegas.
Kapan-kapan begini lagi. Atau tidak. Apapun.
Menyeruput kafein untuk setruman pada otak yang tadi dipaksakan bangun.
Pemandangan pajangan yang seadanya.
Sayup-sayup lagu belakang beraliran jazz terdengar.
Well, should you keep it? It doesn't matter anyway.
Terlalu manis, namun terlalu pahit pada saat yang bersamaan.
Apa seharusnya tadi tidak usah diberi gula?
Team leader yang tidak pernah datang tepat waktu.
Tanda kehadiran telah muncul, harus bergegas.
Kapan-kapan begini lagi. Atau tidak. Apapun.
Rabu, 02 Juni 2010
abnormally attracted to sin
Sekarang mari kita merenung sejenak tanpa ada jari yang menuding menyalahkan
Tanpa mempertanyakan siapa yang salah, apa yang salah, maupun kapan kesalahan itu dimulai
Aku pernah sayang sama kamu tentu saja
Namun 21 bulan yang seperti roller coaster itupun akhirnya berhenti
Tidak langsung berhenti, melainkan sempat datar sebentar
Dan bukannya ketika track lurus horizontal itu tidak diisi dengan teriakan dan tangisan, tidak
Justru saat itulah aku sibuk frustrasi
Bibir ini bisa berdarah saking aku gigiti gelisah
Pikiran berbuah dilema seperti simalakama
Ingin terjun tapi aku masih berakal, ya, kalau aku nekat aku bisa mati
Aku lupa ada satu cara yang belum pernah aku coba padamu ketika mencoba berkomunikasi
Yaitu dengan nada lembut dan baik-baik
Segalanya susah dimengerti walau akhirnya ini yang kuingini
Bukan yang kuprediksi namun aku tidak peduli
Oh bukannya aku ingin tersenyum senang, namun aku memang telah mendapatkan apa yang aku mau
Dan aku akui susah sekali menahan bibir ini membentuk lengkung kurva keatas.
I used to love how much we're spending time together in day, week, and/or month
I used to mark the calendar with red ink in love's shape when we usually met on that day
U were always A Fire Inside. Now the lesson's learned, to much fire of our love will burned u.
Tanpa mempertanyakan siapa yang salah, apa yang salah, maupun kapan kesalahan itu dimulai
Aku pernah sayang sama kamu tentu saja
Namun 21 bulan yang seperti roller coaster itupun akhirnya berhenti
Tidak langsung berhenti, melainkan sempat datar sebentar
Dan bukannya ketika track lurus horizontal itu tidak diisi dengan teriakan dan tangisan, tidak
Justru saat itulah aku sibuk frustrasi
Bibir ini bisa berdarah saking aku gigiti gelisah
Pikiran berbuah dilema seperti simalakama
Ingin terjun tapi aku masih berakal, ya, kalau aku nekat aku bisa mati
Aku lupa ada satu cara yang belum pernah aku coba padamu ketika mencoba berkomunikasi
Yaitu dengan nada lembut dan baik-baik
Segalanya susah dimengerti walau akhirnya ini yang kuingini
Bukan yang kuprediksi namun aku tidak peduli
Oh bukannya aku ingin tersenyum senang, namun aku memang telah mendapatkan apa yang aku mau
Dan aku akui susah sekali menahan bibir ini membentuk lengkung kurva keatas.
I used to love how much we're spending time together in day, week, and/or month
I used to mark the calendar with red ink in love's shape when we usually met on that day
U were always A Fire Inside. Now the lesson's learned, to much fire of our love will burned u.
Langganan:
Postingan (Atom)